Di era modern ini, sudah banyak kegiatan yang dicampuri dengan menggunakan teknologi. Salah satunya yaitu menggambar/melukis. Lukisan yang awalnya menggunakan kuas, sekarang para artist dapat menggambar karyanya melalui alat teknologi. Kegiatan menggambar menggunakan alat ini disebut Digital Drawing.
Penggunaan menggambar secara tradisional dan digital tentu saja berbeda. Karena itu, tidak heran kita sebagai pelukis yang menggunakan digital drawing, melakukan beberapa kesalahan fatal yang sesungguhnya cukup sederhana. Di ulasan ini, saya akan memberikan beberapa tips atau trik untuk pengguna pemula digital drawing yang masih merasa awam/asing terhadap hal ini.
- Warna Background
Dalam menggambar digital drawing, biasanya warna latar belakang untuk kanvas/area menggambar adalah warna putih atau hitam. Kebanyakan orang tentu saja menggunakan warna putih, sehingga dalam menggambar, kita dapat melihat warna yang digunakan dengan jelas. Tentu saja tidak salah menggunakan warna putih sebagai background…. kan?
Dalam traditional art, kanvas atau kertas gambar kebanyakan berwarna putih karena secara teknik lebih mudah bagi warna gelap untuk ‘nempel’ di atas warna yang lebih terang. Tetapi, di digital art, tentu saja hal tersebut tidak berlaku. Warna yang muncul adalah sesuai dengan warna yang dipilih, jadi tidak terpengaruhi oleh warna di’bawah’nya.
Kalau begitu, apa hubungannya dengan warna latar belakang? Warna latar belakang dapat mengubah persepsi mata anda dalam melihat warna. Contohnya, jika menggunakan background berwarna putih, warna akan terlihat lebih gelap dari aslinya. Begitu pula sebaliknya; jika anda menggunakan background berwarna hitam, warna akan terlihat lebih terang dari aslinya. Karena itu, lebih baik menggunakan warna latar belakang yang tidak terlalu terang ataupun terlalu gelap; contohnya warna abu-abu.
2. Mengambil Warna Langsung dari Reference
Tentu kalian sering mendengar alat ‘Eyedropper Tool’, yaitu tool yang dapat menjiplak warna yang dipilih. Tetapi, sebaiknya tool ini tidak sering-sering dipakai karena walaupun membuat hasil lukisan anda lebih baik, tetapi belum tentu mengasah kemampuan anda dalam melukis digital. Contohnya, dalam mewarnai kulit. Jika mewarnai dengan cara sendiri, pelukis beginner biasanya hanya menggunakan warna warna pink, cream, atau jingga. Tetapi jika dibandingkan dengan foto reference, bayangan kulit mengandung lebih banyak warna; merah, kuning, jingga, ungu, bahkan biru.
Ketika kamu menggunakan Eyedropper Tool dan mewarnai sesuai dengan referensi yang kamu gunakan, tentu saja hasil karyamu akan jauh lebih bagus dan nyata. Tetapi, terus-terusan menggunakan alat tersebut akan membuatmu berkegantungan dalam mewarnai. Jika kamu menggambar dengan pencahayaan dan pose yang berbeda, belum tentu kamu dapat mewarnai sebaik yang sebelumnya (mengikuti referensi). Jadi, bagaimana cara mengasah kemampuan mewarnai dalam digital art? Jawabannya yaitu kamu harus lebih teliti lagi dalam melihat di kehidupan nyata. Bagaimana warna bayangan sebuah benda, pantulan cahaya, dan sebagainya. Kemudian, usahakan terapkan itu ketika kamu sedang menggambar digital. Awalnya tentu saja sulit dan hasilnya tidak sebagus yang diinginkan, tetapi jika kamu terus tekun, skill kamu pasti akan terasah tajam dan kamu bisa mewarnai dengan baik tanpa bantuan Eyedropper Tool atau ‘menjiplak’ referensi.
3. Ukuran yang Besar
Dalam menggambar digital, pastikan ukuran kanvas yang digunakan cukup besar, setidaknya 2000 x 2000 pixels dan resolusi 300 dpi. Ukuran dan resolusi gambar sangat penting, khususnya jika anda ingin mencetak gambar anda. Tetapi, jangan terlalu berlebihan karena dapat menyebabkan komputer anda crash. Ukuran kanvas yang besar memberi area menggambar yang lebih luas dan resolusi gambar yang tinggi menyebabkan gambar tidak mudah ‘pecah’ jika di zoom. Semakin besar kanvas yang digunakan serta semakin kecil brush yang dipakai, akan menghasilkan gambar yang semakin jernih.
4. Layers
Digital art mempunyai beberapa kelebihan dari tradisional art, yaitu layer. Layer atau lapisan lukisan ini sangat berguna dalam mengubah/edit suatu bagian tertentu tanpa bagian lain terikut. Misalnya, anda menggunakan satu layer untuk menggambar rambut dan layer lainnya untuk menggambar wajah. Ketika anda ingin mengubah gambar rambut anda, gambar wajah anda tidak akan terusik karena berada di layer yang berbeda. Anda harus terbiasa menggunakan layer, karena akan sangat membantu dalam menggambar detail. Tentu pada akhirnya layer anda akan menjadi banyak, tetapi itu diperlukan untuk menghasilkan karya lukisan yang rapi. Tetapi, balik lagi kepada diri masing-masing, cara mana yang lebih enak untuk anda gunakan. Karena intinya, lukisan akan indah jika pelukis tersebut enjoy membuatnya.
5. Pen Tablet dan Softwares
Ada banyak sekali softwares untuk digital drawing, dan sebaiknya anda coba satu per satu sampai menemukan softwares mana yang cocok untuk anda. Beberapa softwares yang sering digunakan dalam menggambar yaitu Photoshop, Paint Tool SAI, dan Clip Paint Studio. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Selain itu, akan lebih baik lagi jika anda menggambar menggunakan pen tablet, bukan dengan mouse. Karena dengan pen tablet, brush dapat mendeteksi pen pressure, dimana tebal-tipis brush mengikuti tekanan pen anda. Sedangkan pada mouse, pressure brush tidak ada karena mouse digunakan dengan cara di-klik. Brush dengan ketebalan dan ukuran yang berbeda tentu akan menghasilkan karya yang lebih nyata juga.
Terakhir, jangan putus asa dalam menggambar. Semua hal yang baru saja dimulai tentu saja hasil awalnya kebanyakan mengecewakan. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu dan terus-menerus mengasah kemampuan, tentu anda akan semakin jago dan menguasai digital drawing. Selain itu, walaupun menggambar melalui alat digital, bukan berarti hasil karya anda bukan termasuk sebuah ‘lukisan’. Menurut saya, digital dan tradisional art adalah sama-sama seni; sama-sama lukisan.
Sekian tips dan trik singkat saya dalam digital drawing. Sama seperti anda, saya juga masih sama-sama belajar dalam menggambar, dan untuk seterusnya akan sama seperti itu. Terima kasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar