Cara Melukis dengan Cat Akrilik
Cat akrilik adalah jenis cat yang terbuat dari plastik yang berbasis polietilen. Jenis cat ini berbasis air tapi lebih pekat daripada cat air. Namun, cat ini mudah mengering sehingga diperlukan trik tertentu untuk mempertahankan kelembabannya. Melukis menggunakan cat akrilik hampir sama dengan melukis menggunakan cat minyak. Hanya saja cat yang satu ini kurang cocok untuk melapisi medium transparan. Lebih cocok kalau ingin kamu gunakan untuk melukis di atas permukaan medium yang tidak licin, berminyak, atau terlalu berpori.
Teknik melukis dengan cat akrilik terbilang susah-susah gampang sih. Sifat cat yang mudah mengering membuat kamu harus cermat mengakalinya. Kami punya beberapa tips yang bisa kamu terapkan sendiri di rumah. Tips yang pertama adalah untuk mengakali sifat cat yang mudah kering. Campurkan cat akrilik dengan air. Sedikit saja, tidak perlu banyak-banyak. Karena kalau kebanyakan hasil cat saat diaplikasikan di medium akan berbeda dan malah jadi becek. Kamu perlu cermat untuk menentukan takaran air yang digunakan.
Oh iya, saat mencampurkan air dengan cat akrilik harus cepat-cepat, supaya tidak keburu kering. Selain itu kamu bisa menggunakan palet stay-wet alias palet yang tetap basah untuk menjaga kelembapan cat. Lalu semprotkan air pada lukisan atau palet.
Tips yang kedua digunakan untuk memberikan ilusi tebal tipis gambar. Cobalah membuat banyak lapisan cat untuk menimbulkan efek yang tebal sehingga gambar tidak monoton. Teknik pelapisan ini juga bisa diterapkan saat kamu ingin mengganti warna. Kamu bisa meniban warna yang sudah kering dengan warna yang baru. Supaya hasil akhirnya lebih mulus, gunakan warna putih terlebih dahulu sebelum dilapisi dengan warna yang baru.
Misalnya kamu melukis pakai warna kuning. Di pertengahan proses melukis, kamu ingin mengganti warnanya menjadi warna biru. Tiban warna kuning dengan warna putih terlebih dahulu. Barulah selanjutnya ditiban dengan warna biru. Bila kamu tertarik membuat sepatu lukis, cat akrilik bisa menjadi salah satu pilihanmu loh. Gunakan sepatu berbahan kanvas untuk mempermudah proses melukis.
Cara Melukis dengan Cat Air
Melihat karya-karya lukisan cat air memang memanjakan mata. Saat melihatnya, kita akan merasa ingin membuat lukisan seperti itu juga. Nah, kalau kamu memang ingin membuat lukisan cat air, kami bisa membantumu. Menurut Wikipedia, cat air adalah jenis cat yang menggunakan pigmen dengan pelarut air yang sifatnya transparan. Umumnya cat ini digunakan pada media kertas. Selain kertas, sebenarnya juga bisa digunakan untuk melapisi kertas papirus, kain, kanvas, kulit, ataupun kayu. Dibutuhkan proses latihan yang panjang untuk menghasilkan karya lukisan yang indah. Buat kamu yang tertarik dengan teknik ini, yuk pahami terlebih dahulu bagaimana cara melukis dengan cat air.
Cara yang pertama adalah cara yang paling mendasar. Walaupun namanya cat air, tetapi kamu harus tetap menambahkan sedikit air saat menggunakannya. Takaran air juga mesti banget diperhatikan, karena kalau kebanyakan maka cat akan berubah warna dan hasil warnanya tidak nyata alias terlalu transparan. Sekadar tips, sebaiknya air yang digunakan untuk mencuci kuas dipisahkan dengan air yang digunakan untuk bahan campuran cat. Sah-sah saja sih kalau kamu tetap ingin menggabungkan keduanya, tetapi kemungkinan besar warna yang satu akan mudah terkontaminasi dengan warna lainnya. Sehingga warna awal yang sudah kamu racik malah jadi berubah warna atau berubah jadi butek.
Lanjut ke pembahasan kedua yang masih berkaitan soal pencampuran cat dengan air nih. Untuk menghasilkan warna yang lebih soft atau warna yang lebih pastel, campurkan cat dengan air yang lebih banyak. Tapi ingat, jangan terlalu banyak yah. Kemudian cara ketiga adalah soal pengaplikasian cat di atas kertas. Usahakan untuk tidak menggosok maupun menyentuh permukaan lukisan supaya kertas lukisanmu tidak kotor. Bisa gawat kalau saat proses pengeringan, kamu tidak sengaja menggosok atau menyentuh permukaan kertas yang masih basah. Hayo… siapa yang pernah mengalami kejadian seperti itu?
Cara Melukis dengan Cat Minyak
Cat minyak adalah cat lukis yang berbahan dasar minyak. Biasanya yang digunakan adalah minyak linen yang dicampur dengan terpentin (getah pohon pinus) sebagai bahan pengencer. Minyak linen dan minyak papaver dalam bentuk pasta juga bisa digunakan sebagai perekat pigmen warna. Walaupun melukis dengan cat minyak tergolong sulit, namun warna yang dihasilkan cenderung lebih tajam dan bisa tahan lama. Kalau kamu sendiri apakah tertarik untuk menggunakan cat yang satu ini? Seandainya kamu tertarik, pas banget nih, karena kami akan membagikan khusus buat kamu tips melukis dengan cat minyak.
Cara pertama yang mesti kamu lakukan saat melukis dengan cat minyak adalah campur cat minyak dengan minyak khusus terlebih dahulu. Sebelum melapisi media dengan cat minyak, gunakan cat gesso terlebih dahulu untuk melapisi media lukis. Cat gesso berguna supaya cat minyak tidak menyerap di media.
Cara kedua adalah seputar kuas lukis. Kuas yang kamu gunakan untuk mengecat cat gesso dengan kuas yang digunakan untuk mengecat cat minyak harus dibedakan loh. Tujuannya supaya warna tidak terkontaminasi satu sama lain. Kuas cat juga tidak boleh digunakan untuk mengaduk cat, tiner, dan minyak, karena ujung-ujungnya malah merusak kuas. Solusinya adalah dengan menggunakan pisau palet untuk mencampurnya deh.
Cara ketiga bisa kamu gunakan untuk membuat cat minyak lebih kental, yaitu dengan mencampurkan minyak biji rami yang berasal dari tumbuhan rami. Minyak biji rami ini berfungsi untuk mengikat pigmen warna. Bisa juga digunakan juga sebagai finishing kayu. Serba guna banget kan? Kami punya tips nih buat kamu yang gemar atau baru mulai tertarik menggunakan cat minyak sebagai medium lukis. Sebaiknya melukislah di tempat terbuka setidaknya di tempat yang punya sirkulasi udara yang bagus, karena cat minyak memiliki aroma yang tajam.
Cara Melukis dengan Cat Lateks
Selanjutnya ada cat lateks, merupakan cat yang berbahan dasar air, tapi lebih kental daripada cat berbahan dasar minyak, sehingga harus diencerkan dengan menambahkan air. Cat ini bukan jenis yang beracun, gampang dibersihkan, cepat kering, tidak mudah terbakar, dan tidak mudah terkelupas dalam jangka waktu yang panjang. Makanya cat ini sangat cocok digunakan untuk membuat mural. Melukis dengan cat lateks tergolong mudah, tapi tergantung bagaimana cara kamu saat proses mengentalkan cat. Takaran air perlu diperhatikan agar tingkat kekentalannya tidak terlalu encer. Kami punya beberapa cara melukis dengan cat lateks yang bisa kamu aplikasikan juga.
Langkah pertama yang mesti kamu lakukan adalah memeriksa kekentalan cat lateks. Buka tube cat, lalu aduk deh. Tongkat kayu ataupun bor listrik yang sudah terpasang alat pengaduk khusus bisa digunakan untuk mengaduk cat. Kemudian encerkan cat lateks dengan menambahkan air ke dalam tube. Masukkan air sedikit demi sedikit secara bertahap sambil tetap diaduk.Dengan begitu, kamu bisa mengukur tingkat keencerannya.
Lanjut ke langkah berikutnya yaitu coba melukis dengan cat lateks di media lukis. Kalau dirasa masih kurang encer, tambahkan air lagi sampai semuanya pas. Supaya hasilnya lebih bagus, aplikasikan cat lateks berlapis-lapis supaya permukaan media lukis tampak lebih bagus. Cara berikutnya berhubungan dengan kuas cat. Karena cat lateks cepat mengering jadinya kuas akan sulit dibersihkan. Sehingga kamu harus segera bersihkan kuas menggunakan sabun dan air setelah selesai melukis.
Itu dia cara melukis berdasarkan jenis cat yang kamu gunakan. Kamu bisa menambahkan trik-trik tersendiri untuk menghasilkan lukisan yang memuaskan. Selamat mencoba!
Komentar
Posting Komentar